Latihan rutin baik tari maupun musik merupakan hal yang wajib dilakukan oleh penari maupun pemusik UKM Kesenian Jawa untuk mempelajari dan memahami materi yang telah disusun untuk satu tahun kepengurusan. Selain itu, latihan rutin juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penari dan pemusik, serta sebagai bentuk pendampingan pengolahan garapan.
Setelah Tari Jemparingan, terdapat beberapa pilihan materi yang dapat dipelajari oleh anggota UKM Kesenian Jawa, diantaranya Tari Golek Mugi Rahayu, Tari Gambang Semarang, Tari Mars KJ, dan Tari Joko Kahiman. Tarian tersebut dipelajari oleh anggota UKM Kesenian Jawa selama kurang lebih satu bulan untuk pemenuhan penguasaan materi tari tradisi dan kreasi.
Tari Golek Mugi Rahayu memiliki makna seperti Tari Golek pada umumnya, yang membedakan hanyalah gending yang digunakan. Golek berarti mencari (dalam bahasa Jawa), sehingga Tari Golek bermakna pencarian jati diri oleh seorang remaja, salah satunya adalah berdandan. Tarian ini menggunakan gending Ladrang Mugi Rahayu, sehingga dinamakan Tari Golek Mugi Rahayu.
Tari Mars KJ merupakan sebuah tarian karya UKM Kesenian Jawa yang diciptakan pada tahun 2019. Tarian ini terinspirasi dari lagu mars UKM Kesenian Jawa dan menceritakan tentang UKM Kesenian Jawa dan memiliki sifat yang semangat dan gembira. Tari Mars KJ dapat ditarikan secara berpasangan maupun individu karena tarian ini memiliki versi laki-laki dan perempuan.
Gambang Semarang merupakan kesenian yang diprakarsai oleh warga Semarang, berkembang di daerah Semarang, dan memiliki ciri khas Semarangan. Gambang Semarang juga merupakan kesenian hasil akulturasi budaya antara etnis Tionghoa dan Jawa. Tarian ini diharapkan dapat menjadi pemersatu dan pelestari budaya yang ada di Kota Semarang.
Tari Joko Kahiman merupakan sebuah repertoar tari kreasi tradisi Jawa Tengah yang berlatar belakang legenda dan sejarah berdirinya Kab. Banyumas. Tarian ini disusun dari berbagai motif gerak dan alunan suara gamelan seperti gaya Yogyakarta karena keberadaan Banyumas saat itu di bawah Pemerintahan Pajang dan gaya Surakarta karena pada pemerintahan saat ini Banyumas merupakan wilayah Provinsi Jawa Tengah serta gaya Banyumasan. Dalam penyajiannya menggunakan rias dan busana berbentuk tradisi yang dikembangkan dengan tidak meninggalkan kearifan lokal.

