Tirakatan adalah tradisi yang dilestarikan masyarakat Jawa terkhusus Jawa Tengah dan Yogyakarta yang dilakukan menjelang Hari Kemerdekaan tepatnya tanggal 16 Agustus pada malam hari atau malam 17-an. Tirakatan berarti kegiatan melakukan tirakat, yaitu menahan hawa nafsu, pantangan, atau mengasingkan diri.
Tirakat berasal dari bahasa Arab (thariqah) yang artinya “jalan”, atau (taroka) yang artinya “meninggalkan”. Maka dari itu, maksud dari tirakatan adalah upaya meninggalkan urusan duniawi untuk mencapai tujuan spiritual, yang dilakukan dengan maksud mengenang jasa para pahlawan. Dengan adanya tirakatan, masyarakat berharap akan kesejahteraan bangsa dan negara, hubungan lingkungan yang semakin erat, dan cinta dari bangsa Indonesia kepada negara lebih besar dan tidak goyah.
Tirakatan berlangsung dengan masyarakat setempat berkumpul untuk berdoa bersama yang diajukan kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Sebelum tirakatan biasanya masyarakat akan mengheningkan cipta terlebih dahulu, lalu setelah doa bersama akan ada makan malam bersama dan biasanya dilanjutkan dengan lomba-lomba pemeriah 17-an.
Referensi
Syihabuddin, M. 2023. MALAM TIRAKATAN PERINGATAN KEMERDEKAAN INDONESIA: Studi Living Qur’an Hadis Masyarakat Mlangi, Yogyakarta. Jurnal Moderasi: the Journal of Ushuluddin and Islamic Thought, and Muslim Societies.
https://www.detik.com/jatim/budaya/d-8063888/tentang-tradisi-tirakatan-menyambut-hut-ri