Tahun ini, UKM Kesenian Jawa Undip menyelenggarakan Pentas Apresiasi Seni (Presisi) sebagai program kerja tahunan dengan judul “Retas Lara”. “Retas Lara” adalah sebuah repertoar yang mengangkat kisah cinta, perang, dan harga diri dari tokoh-tokoh Menak. Cerita ini disampaikan melalui perpaduan tari tradisional, musik, teater, dan aksi panggung yang menjadi ciri khas UKM Kesenian Jawa Undip.
Terdapat beberapa babak dalam alur penceritaan Retas Lara, yaitu:
1. Cinta & Ambisi Putri Adaninggar. Putri Adaninggar dari Negeri Cina datang jauh-jauh demi cintanya kepada Sang AgungJayengrana. Ia percaya cinta itu adalah takdirnya, bahkan rela merendahkan ego dan meninggalkan kehormatan demi mendapatkannya.
2. Perang Besar Negeri Kuparman vs Negeri Kelan. Pertempuran terjadi antara pasukan Arab (dari Kuparman) dan Negeri Kelan. Di tengah perang, Adaninggar menyesal pernah melukai Jayengrana dan ingin menebusnya dengan turun langsung memimpin pasukannya.
3. Kelaswara & Isyarat Takdir. Ratna Dewi Kelaswara, putri Negeri Kelan, mendapat firasat tentang banjir darah dan kehancuran. Ia siap menjawab panggilan takdir dengan keberanian sebagai pemimpin perang.
4. Pertemuan yang Memicu Luka Baru. Adaninggar melihat Jayengrana tampak dekat dengan Kelaswara. Ia merasa dikhianati, dan cinta yang dulu murni berubah menjadi kemarahan serta keinginan membalas.
5. Adu Nyawa di Kerajaan Kelan. Di tengah malam, Adaninggar menyerang pasukan Kelaswara dan akhirnya menantang Kelaswara dalam pertarungan hidup dan mati. Keduanya bertarung sengit hingga Adaninggar tumbang.
6. Kesadaran Seorang Putri. Menjelang ajalnya, Adaninggar menyadari bahwa cintanya berubah menjadi nafsu untuk memiliki. Ia menerima kekalahannya dan tersadar bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Adegan ditutup dengan simbol duka melalui ritual membawa payung dan lilin Cina.
Melalui Presisi: Retas Lara, kisah Adaninggar dan Kelaswara menunjukkan bagaimana cinta, ambisi, dan ego bisa bertabrakan dalam satu alur.
Dari cerita ini, kita diajak melihat bahwa memaksakan apa yang kita inginkan justru bisa bikin kita terluka. Bahkan kadang, menerima adalah cara paling tenang untuk menang.
Manamjupan, Kaje! ![]()
UKM Kesenian Jawa 2025
Facebook: UKM Kesenian Jawa Undip | Instagram: @kjundip | TikTok: @kj.undip | Youtube: Kesenian Jawa Undip
