Setiap menjelang Ramadan, masyarakat Semarang memiliki tradisi khas yang disebut Dugderan. Tradisi ini telah ada sejak tahun 1881 pada masa Kanjeng Bupati Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat sebagai penanda dimulainya ibadah puasa. Saat itu, masyarakat diminta menunggu bunyi bedug Masjid Agung (“dug”) dan meriam bambu (“der”) yang masing-masing dibunyikan tiga kali. Dari sinilah lahir istilah Dugderan.

Dugderan tidak hanya menjadi pesta rakyat yang meriah dengan bedug, petasan, dan pawai gunungan, tetapi juga sarat makna. Ia melambangkan rasa syukur, keselarasan, serta menjadi kebanggaan masyarakat Semarang. Tradisi ini pun mencerminkan akulturasi budaya Arab, Jawa, dan Tionghoa yang berpadu harmonis.

Prosesi utama Dugderan meliputi pembuatan gunungan sebagai simbol kemakmuran, pawai mengarak gunungan menuju masjid, serta doa dan sholawat sebagai penutup penuh khidmat.

Hingga kini, Dugderan terus hidup sebagai warisan budaya yang mempererat kebersamaan sekaligus menyambut Ramadan dengan penuh suka cita.

Referensi

  1. Kelurahan Gayamsari. (2023). Sejarah Dugderan Menyambut Bulan Ramadhan di Kota Semarang. Diakses dari: https://gayamsari.semarangkota.go.id/berita/sejarah-dugderan-menyambut-bulan-ramadhan-di-kota-semarang
  2. Wikipedia. (2025). Dugderan. Diakses dari: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Dugderan
  3. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2024). Dugderan 2024: Sekda Sumarno Momen Tingkatkan Takwa dan Hidup Sederhana. Diakses dari: https://jatengprov.go.id/publik/dugderan-2024-sekda-sumarno-momen-tingkatkan-takwa-dan-hidup-sederhana
  4. Detik Jateng. (2024). Mengenal Warak Ngendog, Hewan Mitologi Simbol Persatuan Tiga Etnis di Semarang. Diakses dari: https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7572107/mengenal-warak-ngendog-hewan-mitologi-simbol-persatuan-tiga-etnis-di-semarang
  5. Indonesiana. (2023). Tradisi Dugderan di Kawasan Kauman Kampung Qur’an. Diakses dari: https://www.indonesiana.id/read/173152/tradisi-dugderan-di-kawasan-kauman-kampung-quran

Manamjupan, Kaje! 🤙🏻

UKM Kesenian Jawa 2025

Facebook: UKM Kesenian Jawa Undip | Instagram: @kjundip | TikTok: @kj.undip | Youtube: Kesenian Jawa Undip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *